BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَأَصۡلَحُواْ وَبَيَّنُواْ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيۡهِمۡ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ١٦٠
Artinya: “Kecuali mereka yang bertaubat mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Aku-lah Yang Mahapenerima taubat lagi Mahapenyayang.”

Firman-Nya (إلا الذين تابوا وأصلحوا وبينوا), dalam ayat sebelumnya disebutkan bahwa orang yang menyembunyikan ilmu dilaknat oleh Allah Ta’ala, para malaikat, dan seluruh umat manusia, kemudian mereka menarik diri dari apa yang telah mereka kerjakan dan memperbaiki amal perbuatan mereka serta menerangkan kepada manusia apa yang telah mereka sembunyikan itu.

Firman-Nya (فأولئك أتوب عليهم وأنا التواب الرحيم), Allah Ta’ala mengkhususkan orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, maka Dia menerima taubatnya dan Dialah yang Mahapenerima taubat lagi Mahapenyayang. Dalam ayat ini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penyeru kepada kekufuran atau bid’ah jika ia bertaubat kepada Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala pasti akan menerima taubatnya. Dalam sebuah hadits telah dijelaskan bahwa untuk umat-umat yang terdahulu, taubat orang seperti mereka itu tidak akan diterima, tetapi hal ini merupakan bagian dari syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. 


PEMBAHASAN LENGKAP TAFSIR ALQURAN & ASBABUN NUZUL


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab



The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)