Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto
(1) Pengertian Isim Mudzakkar; (2) Pengertian Isim Mu’annats; (3) Tanda-Tanda Isim Mu’annats (Ta’ Ta’nits, Alif Ta’nits Maqshurah, Alif Ta’nits Mamdudah, Kata yang Maknanya Khusus untuk Perempuan, Yang Berpasang-pasangan & Jamak Taksir untuk Sesuatu yang Tidak Berakal); (4) Pembagian Isim Mudzakkar (Haqiqi & Majazi); (5) Pembagian Isim Mu’annats (Lafzi, Maknawi, Haqiqi & Majazi); Soal-Soal Latihan.
MATERI KEILMUAN ISLAM LENGKAP (klik disini)
BAB 9 : PEMBAGIAN ISIM BERDASARKAN MUDZAKKAR & MU’ANNATS (أقسام الاسم من حيث التذكير والتأنيث) I. ISIM MUDZAKKAR (الاسم المذكر) Isim
Mudzakkar adalah Isim yang menunjukkan makna dengan identitas laki-laki
pada manusia, hewan maupun benda. Contoh: (أَبٌ - تِلْمِيْذٌ - أَسَدٌ -
حِصَانٌ - سَيْفٌ - كِتَابٌ).II. ISIM MU’ANNATS (الاسم المؤنث) Isim
Mu’annats adalah Isim yang menunjukkan makna dengan identitas perempuan
pada manusia, hewan maupun benda. Contoh: (أُمٌ - امْرَأَةٌ - حَيَةٌ -
صُوْرَةٌ - كُرَّةٌ). Apabila ingin mengubah kata laki-laki menjadi
perempuan dengan menambah Ta’ Marbuthah atau diakhiri Alif Maqsurah.
Terdapat beberapa tanda bahwa kata dengan tanda ini maka termasuk
Mudzakkar. Namun ada juga Isim mudzakar yang menggunakan Ta’ Marbuthah.
Contoh: (مُعَاوِيَةُ), (طَلْحَةُ), dan (حَمْزَةُ) karena ketiga kata
tersebut digunakan untuk nama laki-laki. II. TANDA-TANDA ISIM MU’ANNATS (علامات الاسم المؤنث) A.
Ta’ Ta’nits (تاء التأنيث) adalah Ta’ bulat (ة) yang terletak diakhir
kata atau yang dikenal dengan Ta’ Marbuthah. Contoh: (حَدِيْقَةٌ)
(تِلْمِيْذَةٌ) (فَائِدَةٌ).B.
Alif Ta’nits Maqshurah (ألف التأنيث المقصورة) adalah alif yang
berbentuk seperti huruf Ya’ (ي) yang terletak di akhir kata. Berikut
ciri-ciri kata yang yang di akhiri dengan Alif Ta’nits Maqsurah yaitu: 1. Mu’annas Sifat dengan Wazan (فَعْلَى). Contoh: (عَطْشَى) (جَوْعَى). 2. Mu’annas Tafdhil dengan Wazan (فُعْلَى). Contoh: (كُبْرَى) (صُغْرَى). 3. Mashdar yang diakhiri dengan Alif Maqsurah. Contoh: (نَجْوَى) (دَعْوَى). 4. Isim yang diakhiri dengan Alif Maqsurah. Contoh: (حَبْلَى) (أُنْثَى). C.
Alif Ta’nits Mamdudah (ألف التأنيث الممدودة) adalah alif yang terletak
sebelum huruf hamzah (اء) yang berada di akhir kata. Alif Ta’nits
Mamdudah ini biasanya berada pada kata dengan ketentuan berikut: 1. Mu’annats pada kata sifat dengan bentuk (فَعْلَاء). Contoh: (حَمْرَاءُ) (عَمْيَاء). 2. Isim maupun kata sifat yang di akhiri dengan Alif Ta’nits Mamdudah. Contoh: (صَحْرَاء) (عَقْرِبَاء). D.
Kata yang maknanya khusus untuk perempuan. Contoh: (حَامِل) dan
(حَائِض) termasuk mu’annats dan tidak perlu ada tanda mu’annats karena
keduanya merujuk kepada perempuan. E.
Yang berpasang-pasangan. Sesuatu benda yang berpasangan bisa
dimasukkan dalam kategori mu’annats. Contoh: (اَلْأَرْضُ) dengan
(اَلسَّمَاءُ), (اَلنَّارُ) dengan (اَلْجَنَّةُ), (يَدٌ), (عَيْنٌ). F.
Jamak Taksir untuk sesuatu yang tidak berakal. Isim yang berbentuk
Jamak Taksir untuk yang tidak berakal juga dikategorikan mu’annats.
Contoh: (جِبَالٌ) (أَقْلَامٌ) (مَدَارِسُ) (صُوَّرٌ). IV. PEMBAGIAN ISIM MUDZAKKAR (أقسام الاسم المذكر) A.
Mudzakkar Haqiqi (المذكر الحقيقي), yaitu kata yang menunjukan kepada
gender laki-laki dari manusia dan hewan. Contoh: (رَجُـلٌ), (أَبٌ), dan
(جَمَلٌ). B.
Mudzakkar Majazi (المذكر المجازي), yaitu kata yang menunjukan kepada
kata yang diberlakukan atau digolongkan seperti Mudzakkar secara bahasa
walaupun sebenarnya bukan laki-laki. Contoh: (بَابٌ), (بَيْتٌ), dan
(قَلَمٌ). V. PEMBAGIAN ISIM MU’ANNATS (أقسام الاسم المؤنث) A.
Mu’annats Lafzi (المؤنث اللفظي), yaitu Isim mu’annats yang terdapat
tanda mu’annats dan terkadang secara hakikat Isim tersebut termasuk
Mudzakkar. Contoh: (فَاطِمَةٌ), (مَدْرَسَةٌ), (طَلْحَةٌ). B.
Mu’annats Maknawi (المؤنث المعنوي), yaitu Isim mu’annats yang tidak
memiliki tanda mu’annats tapi secara makna termasuk mu’annats. Contoh:
(هِنْدٌ), (زَيْنَب), (مَرْيَم). C.
Mu’annats Haqiqi (المؤنث الحقيقي), yaitu Isim mu’annats yang
menunjukan kepada gender perempuan dari manusia dan hewan. Contoh:
(اِمْرَأَةٌ), (نَاقَةٌ), (غُلَامَةٌ). D.
Mu’annats Majazi (المؤنث المجازي), yaitu Isim mu’annats yang
dikategorikan mu’annats secara bahasa walaupun sebenarnya bukan
mu’annats. Contoh: (عَيْنٌ), (نَارٌ), (شَمْسٌ).







0 Comments