BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto


Kursus Bimbingan Belajar Bahasa Arab Ilmu Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL


ISIM ISYARAH (اِسْمُ الإِشَارَةِ)

(1) Pengertian Isim Isyarah; (2) Pembagiannya (Jarak Dekat & Jauh); (3) Ketentuan-Ketentuan dalam Isim Isyarah; Soal-Soal Latihan.

(1) Pengertian Isim Isyarah; (2) Pembagiannya (Jarak Dekat & Jauh); (3) Ketentuan-Ketentuan dalam Isim Isyarah; Soal-Soal Latihan.

(1) Pengertian Isim Isyarah; (2) Pembagiannya (Jarak Dekat & Jauh); (3) Ketentuan-Ketentuan dalam Isim Isyarah; Soal-Soal Latihan.

(1) Pengertian Isim Isyarah; (2) Pembagiannya (Jarak Dekat & Jauh); (3) Ketentuan-Ketentuan dalam Isim Isyarah; Soal-Soal Latihan.

(1) Pengertian Isim Isyarah; (2) Pembagiannya (Jarak Dekat & Jauh); (3) Ketentuan-Ketentuan dalam Isim Isyarah; Soal-Soal Latihan.


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
 
PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP (klik disini)


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)

BAB 8 : ISIM ISYARAH (اِسْمُ الإِشَارَةِ)
I. PENGERTIAN ISIM ISYARAH (تعريف اسم الإشارة) Isim Isyarah adalah kata kata penghubung/isyarat untuk menunjukkan sesuatu (musyar ilaihi), baik jarak dekat maupun jauh. II. PEMBAGIAN ISIM ISYARAH (أقسام اسم الإشارة) A. Isim Isyarah yang digunakan untuk isyarat jarak dekat, yaitu: 1. Kata ini (ذَا - هذَا) digunakan untuk menunjuk satu benda bentuk mudzakkar jarak dekat. Contoh: (هذَا التُّفَّاحُ لَذِيْذٌ) 2. Kata ini (ذِهِ - ذي - تي - ته - ذَات - هذِهِ) digunakan untuk menunjuk satu benda bentuk mu’annats jarak dekat. Contoh: (هذِهِ الوَرْدَةُ جَمِيْلَةٌ) 3. Kata dua ini (ذَانِ - هذَانِ) digunakan untuk menunjuk dua benda bentuk mudzakkar mutsanna jarak dekat. Contoh: (هذَانِ الكِتَابَانِ مُفِيْدَانِ) 4. Kata dua ini (تَانِ - هتَانِ) digunakan untuk menunjuk dua benda bentuk mu’annats mutsanna jarak dekat. Contoh: (هتَانِ الطَّالِبَتَانِ نَاجِحَتَانِ) 5. Kata mereka (أُوْلَاءِ - أُوْلى - هؤُلَاءِ) digunakan untuk menunjuk banyak benda mudzakkar jamak jarak dekat. Contoh: (هؤُلَاءِ الطُّلاَّبُ مُجْتَهِدُوْنَ) 6. Kata di sini (هُنَا - هَاهُنَا) digunakan untuk menunjuk tempat yang dekat. Contoh: (هُنَا يَجْتَمِعُ الطُّلَّابُ لِلْاِمْتِحَانِ) B. Isim Isyarah yang digunakan untuk isyarat jarak jauh, yaitu: 1. Kata itu (ذلِكَ) digunakan untuk menunjuk satu benda bentuk mudzakkar dari jarak jauh. Contoh: (ذلِكَ الرَّجُلُ جَمِيْلٌ) 2. Kata itu (تِلْكَ) digunakan untuk menunjuk satu benda bentuk mu’annats dari jarak jauh. Contoh: (تِلْكَ الزَّهْرَةُ جَمِيْلَةٌ) 3. Kata itu dua (ذَانِكَ) digunakan untuk menunjuk dua benda bentuk mudzakkar mutsanna jarak jauh. Contoh: (ذَانِكَ الطَّالِبَانِ مُجْتَهِدَانِ) 4. Kata itu dua (تَانِكَ) digunakan untuk menunjuk dua benda bentuk mu’annats mutsanna jarak jauh. Contoh: (تَانِكَ الطَّالِبَتَانِ مُجْتَهِدَتَانِ) 5. Kata mereka (أُوْلَئِكَ) digunakan untuk menunjuk benda banyak mudzakkar dan mu’annats jarak jauh. Contoh: (أُوْلَئِكَ الطَّالِبُوْنَ مُجْتَهِدُوْنَ) (أُوْلَئِكَ الطَّالِبَاتُ مُجْتَهِدَاتٌ) 6. Kata di sana (هُنَاكَ) digunakan untuk menunjuk tempat yang jauh. Contoh: (هُنَاكَ أَسْكُنُ) 7. Kata mereka di sana (هُنَالِكَ) digunakan untuk menunjuk tempat yang jauh sekali. Contoh: (هُنَالِكَ الطَّالِبُوْنَ جَالِسُوْنَ) 8. Kata (ثَمَّ - ثَمَّة). Contoh: (ثَمَّ تَعَلَّمْتُ) artinya, “Di sana saya belajar.” 9. Kata (هَنَّا - هِنَّا). Contoh: (هِنَّا حَفِظْتُ) artinya, “Di sana saya menghafalkan.” III. KETENTUAN LAINNYA DALAM ISIM ISYARAH (الضوابط الأخرى في اسم الإشارة) A. Diisyaratkan kepada jamak tidak berakal dengan isim isyarah untuk mufrad mu’annats (هذِهِ) atau (تِلْكَ). Jarang sekali diisyaratkan dengan kata (هؤُلَاءِ) atau (أُولئِكَ). Contoh: (هَذِهِ المَبَانِيُّ عَالِيَةٌ وَتِلْكَ المَيَادِينُ فَسِيحَةٌ) B. Apabila isim isyarah bertemu dengan kaf khithab dan setelahnya disebutkan mukhatab-nya, maka kaf ini menyesuaikan dengan mukhathab dalam hal ifrad, tatsniyah dan jamak. Contoh: (ذَلِكَ الكِتَابُ مُفِيدٌ يَا مُحَمَّدُ) (ذَلِكُمَا الكِتَابُ مُفِيدٌ يَا صَدِيقِيَّ) (ذَلِكُمْ الكِتَابُ مُفِيدٌ يَا أَصْدِقَائِي) (ذَلِكُنَّ الكِتَابُ مُفِيدٌ يَا سَيِّدَاتِي) C. Kaf tasybih bisa masuk kepada isim isyarah (ذَا) sehingga kita katakan (كَذَا), dengan makna demikian juga. Contoh: ((عَلِمْتُ عَلِيًّا فَاضِلًا وَعَلِمْتُ أَخَاهُ كَذَا ( أَيْ مِثْلَهُ) D. Terkadang ha’ tanbih masuk kepada kata (كَذَا). Contoh: (أَهَكَذَا عَرْشُكِ) E. Terkadang diberi lam dan kaf pada akhir kata (كَذَا). Contoh: (عَلِمْتُ عَلِيًّا فَاضِلًا وَعَلِمْتُ أَخَاهُ كَذلِكَ) F. Isim isyarah adalah isim mabni (kecuali هذَانِ dan هتَانِ, keduanya mu’rab seperti i’rab-nya mutsanna). Dengan tetapnya huruf akhir isim isyarah tanpa perubahan, isim isyarah di-i’rab sebagai isim mabni pada posisi rafa’, nashab atau jar sesuai kedudukannya dalam kalimat. G. Apabila setelah isim isyarah ada isim yang diberi (ال), maka isim tersebut di-i’rab sebagai badal bagi isim isyarah dan kemudian mengambil hukum i’rab-nya. Contoh: (هذا الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ) (قَرَأْتُ هَاتَيْنِ القِصَّتَيْنِ). I’rab kata (الطَّالِبُ) dan (القِصَّتَينِ) adalah badal bagi isim isyarah. H. Menurut Ibnu Malik terdapat isim isyarah yang menunjukkan jarak sedang, tidak terlalu dan tidak terlalu dekat. Lafaznya dengan ditambahi huruf Kaf, seperti: (ذَاكَ). I. Isim Isyarah untuk perkara yang jauh, yang sudah didahului dengan Ha’ Tanbih tidak boleh disertai Lam, karena tidak boleh banyaknya huruf ziyadah. Oleh karena itu tidak boleh diucapkan: (هَذَالِكَ) (هَاتِلْكَ) (هَؤُلَاءِلِكَ).