BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto


Ilmu Mantiq Menurut Arab & Islam (1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).

(1) Tentang Dalil: Pengertiannya & Pembagiannya (Mubasyir & Ghair Mubasyir); (2) Pengertian Istidlal; (3) Pembagian Istidlal: Secara Umum (Dharuriy & Nadzariy) dan Berdasarkan Metode untuk Memperoleh Pengetahuan Ilmiyah (Mubasyir, Qiyasiy & Istiqra’iy); (4) Istidlal Qiyasiy: Pengertiannya, Istilah pada Bagian-Bagian Qiyas (Muqaddimah, Natijah & Hudul Qiyas); (5) Istidlal Nadzariy Istiqra’iy: Pengertiannya, Pembagiannya (Tam & Naqish).



PEMBAHASAN ILMU MANTIQ TERLENGKAP : klik disini

Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)


BAB 17 : ISTIDLAL/REASON (الاستدلال) I. TENTANG DALIL (الدليل) Pengertian dalil menurut Ilmu Mantiq, yaitu (ما يلزم من العلم به العلم بشيء آخر) apa yang diharuskan dari pengetahuan dengannya terhadap suatu ilmu pada sesuatu yang lain. Pembagiannya ada dua: Dalil Mubasyir (دليل مباشر), yaitu (ما يستدل فيه شيء على شيء آخر أو بقضية على أخرى) apa yang disimpulkan di dalamnya sesuatu terhadap sesuatu yang lain atau dengan satu Qadhiyyah atas Qadhiyyah lainnya. Atau tidak membutuhkan kepada dua Qadhiyyah untuk mencapai pengetahuan tentang perihal yang Majhul. Contoh: Apabila kita mengetahui angka empat, maka kita akan mengetahui bahwasanya empat itu genap. Dalil Ghair Mubasyir (دليل غير مباشر), yaitu (ما يستدل فيه بمجموع قضيتين على قضية آخرى) apa yang disimpulkan di dalamnya dengan mengumpulkan dua Qadhiyyah atas satu Qadhiyyah lainnya. Atau membutuhkan kepada dua atau beberapa Qadhiyyah untuk mencapai pengetahuan tentang perihal yang Majhul. Contoh: (النبيذ مسكر è كل مسكر حرام è أن النبيذ حرام). II. PENGERTIAN ISTIDLAL (تعريف الاستدلال) Menurut bahasa, Istidlal diambil dari lafaz (استدل) yang artinya meminta dalil atau menarik kesimpulan yang diambil dari petunjuk yang ada. Menurut Ilmu Mantiq, Istidlal adalah maksud tertinggi dalam Ilmu Mantiq, yaitu ketika dengannya, manusia berpindah dari sesuatu yang diketahuinya kepada sesuatu yang tidak diketahuinya, dari alasan kepada Ma’lul/yang dijadikan alasan, sampai tercapai tujuan tersebut dan mengetahui maksudnya. III. PEMBAGIAN ISTIDLAL (أقسامه) Secara umum: Istidlal Dharuriy/Necessary Reasoning (الاستدلال الضروري), yaitu (انتقل الذهن من المعلوم إلى المجهول من غير احتياج إلى معرفة الطريق التي وصلت إلى ذلك) berpindahnya pikiran dari yang diketahui kepada yang tidak diketahui tanpa memerlukan pengetahuan mengenai jalan untuk sampai kepada pengetahuan tersebut. Contoh: Empat adalah bilangan genap. Istidlal Nadzariy/Theoretical Reasoning (الاستدلال النظري), yaitu yaitu (انتقال الذهن من أمر معلوم إلى أمر مجهول باستخدام المعلوم وسيلة للوصول إلى المجهول) berpindahnya pikiran dari yang diketahui kepada yang tidak diketahui dengan menggunakan yang diketahui sebagai perantara untuk mencapai kepada sesuatu yang tidak diketahui. Istidlal Nadzariy dibagi menjadi dua, yaitu Istidlal Qiyasiy dan Istidlal Istiqra’iy. Berdasarkan metode untuk memperoleh pengetahuan ilmiah: Istidlal Mubasyir (الاستدلال المباشر), yaitu (عبارة عن أحكام القضايا) ungkapan tentang hukum suatu Qadhiyyah. Istidlal Qiyasiy (الاستدلال القياسي), akan dijelaskan setelah ini. Istidlal Istiqra’iy/Istinbathiy (الاستدلال ), yaitu (عبارة عن الانتقال من الأحكام الجزئية إلى الأحكام العامة) ungkapan mengenai dari hukum Juz’iyyah ke hukum ‘Ammah. IV. ISTIDLAL QIYASIY/SILOGISME (الاستدلال القياسي) Pengertiannya: Menurut bahasa, Qiyas adalah (تقدير شيء بشيء آخر) mengukur sesuatu dengan sesuatu yang lain. Qiyas, dalil dan hujjah bermakna satu menurut ilmu Mantiq, sedangkan Burhan adalah macam dari Qiyas. Menurut ilmu Mantiq adalah (ما استخدم الذهن فيه عند انتقاله من الحقائق المعلومة إلى الحقائق المجهولة قواعد مسلما بصحتها ليصل بها إلى مقصوده) Istidlal yang menggunakan pikiran di dalamnya saat berpindah dari hakekat Ma’lum kepada hakekat Majhul melalui kaidah-kaidah berpikir yang benar untuk mencapai dengannya kepada yang dimaksud. Istilah pada bagian-bagian Qiyas: Muqaddimah/Premis (المقدمة), yaitu (القضية التي يتألف منها القياس) suatu Qadhiyyah yang terdiri di dalamnya Qiyas. Muqaddimah Sughra/Premis Minor (المقدمة الصغرى), yaitu (ما اشتملت على الحد الأصغر) Qadhiyyah yang memuat Had Ashghar. Contoh: (النحاس معدن) Tembaga adalah logam. Muqaddimah Kubra/Premis Mayor (المقدمة الكبرى), yaitu (ما اشتملت على الحد الأكبر) Qadhiyyah yang memuat Had Akbar. Contoh: (كل معدن موصل جيد للحرارة) Setiap logam adalah penghantar yang baik untuk panas. Natijah/Conclusion (النتيجة), yaitu (ما تكونت من موضوع الصغرى أو مقدمها ومن محمول الكبرى أو تاليها) Qadhiyyah yang dibangun dengan merangkai Had Ashghar dan Had Akhar. Contoh: (النحاس موصل جيد للحرارة) Tembaga adalah penghantar yang baik untuk panas. Hudul Qiyas (الحدود), yaitu (أجزاء كل مقدمة من موضوع ومحمول) bagian-bagian pada setiap Muqaddimah dari Maudhu’ dan Mahmul. Pembagiannya berdasarkan kata-kata yang digunakan dalam penyusunan lafaz dalam Qadhiyyah-nya adalah: Had Ashghar/Minor Term (الحد الأصغر), yaitu (ما كان عند أخذ النتيجة موضوعا أو مقدما لها) lafaz yang berfungsi sebagai Maudhu’ atau Muqaddam saat mengambil kesimpulan. Contoh: (النحاس) Tembaga. Had Akbar/Mayor Term (الحد الأكبر), yaitu (ما كان عند أخذ النتيجة محمولا أو تاليا لها) lafaz yang berfungsi sebagai Mahmul atau Taliy saat mengambil kesimpulan. Contoh: (موصل جيد للحرارة) Penghantar yang baik untuk panas. Had Ausath/Middle Term (الحد الأوسط), yaitu (ما كان مكررا بينهما) lafaz yang berulang-ulang dalam dua Qadhiyyah, baik yang pertama maupun yang kedua. Contoh: (معدن وكل معدن) Logam dan setiap logam. V. ISTIDLAL NADZARIY ISTIQRA’IY (الاستدلال النظري الاستقرائي) Pengertiannya adalah (الاستدلال المبني على تصفح الجزئيات ودراستها درسا وافيا يوصل العقل إلى استنباط حكم عام) penarikan kesimpulan yang didasarkan kepada pemeriksaan satuan individu dan penelitiannya dengan cermat sehingga akal dapat sampai kepada penyimpulan keputusan secara umum. Pembagiannya ada dua: Tam/Complete (تام), yaitu (الاستدلال المبني على دراسة جميع الجزئيات الممكنة التي يتكون منها الكلي وإجراء حكمها عليه) penarikan kesimpulan yang didasarkan kepada penelitian semua satuan individu-individu yang mungkin yang tersusun darinya Kulliy dan ditetapkan suatu keputusan atasnya. Contoh: (الكلمية: اسم وفعل وحرف) Kalimah adalah Isim, Fi’il dan Harf. Jumlah hari pada setiap bulan Qamariyah adalah tidak lebih dari tiga puluh hari. Naqish/Incomplete (ناقص), yaitu (الاستدلال المبني على تصفح ما يمكن تصفحه من الجزئيات وإجراء حكمها على الكلي الشامل لها ولغيرها) penarikan kesimpulan yang didasarkan kepada pemeriksaan dari satuan individu-individu dan memutuskan hukumnya pada lafaz Kulliy yang tercakup untuknya dan selainnya. Di sini masih terdapat individu yang dikecualikan dikarenakan penetapan umum tersebut tidak diberlakukan kepadanya. Contoh: (كُلُّ حَيَوَانٍ ذِيْ قَرْنَيْنِ مُجْتَرٌ) Setiap hewan yang mempunyai dua tanduk adalah pemamah biak. Setiap orang yang sedih atau sakit, ia akan menangis.