BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto

Kursus Bimbingan Belajar Bahasa Arab Ilmu Balaghah (Ma ani, Bayan & Badi )

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).

(1) Pengertian Ijaz (Menurut Bahasa & Istilah Ilmu Balaghah, Maksud Definisi, Contoh Ijaz, Tidak Setiap Perkataan Yang Singkat Itu Dinamakan Ijaz & Tempat-Tempat Kalam Ijaz); (2) Pembagian Ijaz (Ijaz Qashr; Pengertian & Contohnya) (Ijaz Hadzf; Pengertian, Ungkapan Yang Dibuang Dalam Kalimat Ijaz Antara Lain: Huruf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Mudhaf Ilaihi, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Maushuf, Kata Isim Yang Berfungsi Sebagai Sifat, Adat Syarth, Frase Jawab Syarth, Kata Sebagai Musnad, Berupa Musnad Ilaihi, Berupa Lafaz Yang Bersandar, Berupa Jumlah, Berupa Beberapa Jumlah); (3) Tujuan Kalam Ijaz (Tashil Al-Hifzi, Taqrib Al-Fahmi, Dhayyiq Al-Maqam, Al-Ikhfa’ & Al-Dhajar Wa Al-Saamah).


PEMBAHASAN ILMU BALAGHAH TERLENGKAP : klik disini

Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)

BAB 8 : IJAZ (الإيجاز) I. PENGERTIAN IJAZ (تعريف الإيجاز) Menurut bahasa, Ijâz bermakna meringkas. Menurut istilah Ilmu Balâghah, Ijâz adalah (وضعُ المعاني الكثيرةِ في ألفاظٍ أقلَّ منها، وافيةٍ بالغرضِ المقصودِ، مع الإبانةِ والإفصاحِ) mengumpulkan makna yang banyak dengan menggunakan lafaz yang sedikit, akan tetapi tetap jelas dan sesuai dengan maksud pengungkapannya. Maksud definisi di atas, Ijâz bermakna menghadirkan makna dengan lafaz yang lebih sedikit dari pada yang dikenal oleh orang-orang yang pemahamannya pada tingkat sedang. Walaupun lafaz-nya lebih sedikit dari maknanya, akan tetapi pesan yang akan disampaikan oleh Mutakallim dapat terpenuhi. Suatu ungkapan yang singkat, dan tidak memerlukan banyak kata-kata tidak dikatakan Ijâz jika pesan yang disampaikannya belum terpenuhi. Efesiensi kata-kata dilakukan dengan tetap memenuhi makna sebagai tujuan utama dari suatu tindak tutur. Menurut Muhammad Al-Amin berkata berkaitan dengan Ijâz: “Tetaplah kalian menggunakan susunan dalam bentuk Ijaz. Sebab susunan itu mempunyai arah memahamkan, sedangkan susunan yang panjang justru menimbulkan kesamaran.” Contoh Ijaz: Firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-A’raf ayat 199: (خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ). Ayat di atas cukup pendek dan kata-katanya sedikit, akan tetapi mengandung makna yang luas serta menghimpun akhlak-akhlak mulia secara keseluruhan. Dalam contoh lainnya Allah Ta’ala berfirman: (أَلَا لَهُ الخَلْقُ وَالأَمْرُ). Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: (إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِيَّاتِ). Tidak setiap perkataan yang singkat itu dinamakan Ijâz. Suatu perkataan yang lafaznya lebih sedikit dari makna yang dikandungnya, akan tetapi tidak dapat menampung makna yang dimaksud dinamakan ikhlâl (cacat). Ikhlâl adalah membuang satu atau beberapa kata pada suatu kalimat, akan tetapi makna yang terkandung pada kalimat tersebut tidak sempurna. Sehingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya kesalah pahaman. Contoh ucapan Al-Yaskuri berikut ini: (وَالعَيْشُ خَيْرٌ فِي ظَلَا ... لِلنُّوْكِ مِمَّنْ عَاشْ كَذَا). Maksud yang dikehendaki penyair adalah bahwa nikmatnya kehidupan dalam keadaan bodoh, adalah lebih baik daripada mempunyai pengetahuan yang cukup, akan tetapi hidup dalam kesulitan. Akan tetapi perkataan penyair tidak dapat memberikan makna yang memadai untuk menjelaskan maksud tersebut. Oleh karena itu perkataan tersebut tidak bisa dinilai Ijâz. Tempat-tempat Kalam Ijaz: Dalam keadaan memohon belas kasihan (الاستعطاف) Dalam mengadukan keadaan (شكوى الحال) Dalam memohon ampun (الاعتذارات) Dalam bela sungkawa (التعزية) Dalam mencerca sesuatu (العتاب) Dalam mencela (التوبيخ) Dalam janji dan ancaman (الوعد والوعيد) Dalam surah-surah penarikan pajak (رسائل استخراج الخراج) Dalam surah-surat pada raja kepada para penguasa di waktu perang (رسائل الملوك في أوقات الحرب إلى الولاة) Dalam harta Jinayah (جناية الأموال) Dalam perintah-perintah dan larangan-larangan kerajaan (الأوامر والنواهي الملكية) Dalam mensyukuri nikmat (الشكر على النعمة) II. PEMBAGIAN IJAZ (أقسام الإيجاز) IJAZ QASHR (إيجازُ القصرِ) Ijaz Qashr adalah (يكونُ بتضمينِ المعاني الكثيرة ِفي ألفاظَ قليلةٍ من غيرِ حذفٍ) berupa cakupan makna yang banyak dengan lafaz sedikit, tanpa penghapusan atau kalimat Ijaz dengan cara meringkas. Dalam istilah Ilmu Ma’ani, Ijaz Qashr adalah bentuk susunan kalimat yang makna-maknanya melebihi lafaznya. Kata-kata yang diungkapkan cukup banyak akan tetapi lafaz yang digunakan sesedikit mungkin. Contoh-contoh Ijaz Qashr: Surah Al-A’raf ayat 54: (اَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ). Kata (الخلق) yang artinya penciptaan dan kata (الأمر) yang artinya urusan mengandung makna semua atau segala hal yang berkaitan dengan penciptaan makhluk dan urusannya seperti hidup, mati, senang, bahagia dan lain-lain itu sudah terkandung dalam makna ayat ini. Surah Al-Baqarah ayat 164: (وَالفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي بَمَا يَنْفَعُ النَاسَ). Ayat di atas telah mencakup berbagai macam perdagangan, dan macam-macam kemanfaatan yang tidak dapat dihitung. Surah Al-Baqarah ayat 179: (وَلَكُمْ فِي القِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ). Dengan Qisas itu akan berkembang kehidupan. Qisas itu menghukum seseorang setimpal dengan kejahatannya. Membunuh dengan membunuh lagi, melukai dengan melukai lagi. Kalau ditinjau sekilas, Qisas akan mengurangi banyak orang. Akan tetapi hikmahnya adalah bila orang-orang mengetahui bahwa setiap orang yang membunuh akan dibunuh lagi mereka tentu pada takut membunuh orang lain, sebab takut di-Qisas. Akhirnya menimbulkan kehidupan yan aman, tentram, dan tenang, tidak terjadi kejahatan dengan pembunuhan, penculikan dan sebagainya. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: (المَعِدَةُ بَيْتُ الدَاءِ وَالحِمْيَةُ رَأْسُ الدَوَاءِ وَعَوَّدُوْا كُلَّ جِسْمٍ مَا اعْتَادَ). Hadits di atas mengandung banyak pelajaran terutama tentang kesehatan dan pengobatan. Perut merupakan sumber berbagai penyakit. Sedangkan puasa menjadi penawar berbagai penyakit. Kalimat: (الضَّعِيْفُ أَمِيْرُ الرَّكْبِ). Artinya: “Orang yang lemah adalah kepala dalam rombongan.” Begitu juga kata (الضعيف) orang yang lemah adalah pemimpin/penguasa dalam suatu rombongan karena ketika kita berada dalam satu rombongan dengan orang yang lemah maka kita harus memberikan perhatian yang cukup untuknya karena ia tidak bisa bergerak dan berjalan sesuai dengan gerakan orang lain yang dalam keadaan sehat. Syair Samu’al: (وَإِنْ هُوَ لَمْ يَحْمِلْ عَلَى النَفْسِ ضِيْمَهَا ... فَلَيْسَ إِلَى حُسْنِ الثَنَاءِ سَبِيْلُ). Syair di atas memberikan dorongan agar kita selalu berbuat dengan akhlak-akhlak terpuji, seperti suka menolong, berani, rendah hati, sopan santun, kesabaran untuk menahan diri dari hal yang tidak disukai. Hal-hal tersebut merupakan perbuatan yang memberatkan diri dalam menanggungnya, yaitu kepayahan dan kesulitan untuk mencapainya. Keindahan dan kebaikan sya’ir tersebut ialah segi penunjukkan lafaz yang hanya sedikit terhadap makna yang cukup banyak yang juga menunjukkan kepetahan lidah. IJAZ HADZF (إيجاز الحذف) Îjâz Hadzf adalah (يكونُ بحذف شيءٍ من العبارةِ لا يخلُّ بالفهْم، عند وجودِ ما يدل ُّعلى المحذوفِ، من قرينة لفظيةٍ أو معنويةٍ ،وذلك المحذوفُ) Ijâz dengan cara membuang bagian dari pernyataan dengan tetap tidak mengurangi makna yang dimaksudkannya disertai dengan qarinah lafzi atau maknawi yang menunjukkan perkataan yang dibuang. Ungkapan yang dibuang dalam kalimat Ijaz antara lain: Huruf (حرف). Contoh: Surah Maryam ayat 20: (وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا). Pada ungkapan ayat ini lafaz (أك) ada huruf yang dibuang, yaitu huruf Nun. Asalnya adalah (وَلَمْ أَكُنْ بَغِيًّا). Syair karya Ashim Al-Munfiri: (رَأَيْتُ الخَمْرَ جَامِدَةً وَفِيْهَا ... خِصَالٌ تُفْسِدُ الرَجُلَ الحَلِيْمَا) dan (فَلَا وَاللهِ أَشْرَبُهَا حَيَاتِي ... وَلَا أَسْقِيْ بِهَا أَبَدًا نَدِيْمًا). Membuang huruf Nafyi (لا) dalam ucapan penyair (لا أشربها). Pada ungkapan Ijâz Hadzf disyaratkan hendaknya terdapat dalil yang menunjukkan adanya lafaz yang dibuang. Sebab jika tidak demikian, maka pembuangan tersebut mengakibatkan kalimat menjadi tidak sempurna dan tidak memenuhi kalimat yang sempurna. Kata Isim yang berfungsi sebagai Mudhaf (اسم مضاف). Contoh Surah Al-Hajj ayat 78: (وَجَاهِدُوْا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ). Pada ayat ini terdapat kata yang dibuang yaitu kata (سبيل) yang terdapat pada ungkapan (في سبيل الله). Kata yang dibuang pada ayat tersebut berfungsi sebagai Mudhaf. Kata Isim yang berfungsi sebagai Mudhaf Ilaihi (اسم مضاف إليه). Contoh Surah Al-A’raf ayat 142: (وَوَاعَدْنَا مُوْسَى ثَلَاثِيْنَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ). Pada ayat di atas terdapat kata yang dibuang yaitu pada ungkapan (بِعَشْرِ لَيَالٍ). Pada ungkapan tersebut kata yang dibuang adalah (لَيَالٍ). Kata tersebut berfungsi sebagai Mudhaf Ilaihi. Kata Isim yang berfungsi sebagai Maushuf (اسم موصوف). Contoh Surah Maryam ayat 60: (إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا). Kata yang dibuang terdapat pada ungkapan (وَعَمِلَ صَالِحًا). Kata yang dibuangnya adalah (عَمَلًا) sehingga lengkapnya adalah (وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا). Kata (عَمَلًا) pada ungkapan ini berfungsi sebagai Maushuf. Kata Isim yang berfungsi sebagai Sifat (اسم صفة). Contoh Surah Al-Taubah ayat 125: (فَزَادَهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ). Maka dengan Surah itu bertambah kekafiran mereka di samping kekafirannya yang telah ada. Kata yang dibuang pada ayat di atas adalah (مُضَافًا), sehingga lengkapnya adalah (مُضَافًا إِلَى رِجْسِهِمْ). Adat Syarth (أداة الشرط). Contoh Surah Ali Imran ayat 31: (اِتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ). Pada ayat ini, kata yang dibuang adalah (إن) sehingga lengkapnya adalah (فإن تتبعون). Frase Jawab Syarth (جواب شرط). Contoh Surah Al-A’raf ayat 27: (وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَارِ). Pada ayat di atas ungkapan yang dibuangnya adalah ungkapan (لرأيت أمرا فظيعا) yang berfungsi sebagai Jawab Syarth. Kata sebagai Musnad (مسند). Contoh Firman Allah Ta’ala: (وَلَئِنْ سَئَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لَيَقُوْلُنَّ اللهُ). Pada ayat ini lafaz yang dibuang adalah (خلقهن الله). Ungkapan (خلقهن) merupakan Musnad dan Musnad Ilaihi-nya adalah (الله). Berupa Musnad Ilaihi (مسند إليه). Contoh Syair Hatim: (أَمَاوِيٌّ يُعْنِي الثَرَاءُ عَنِ الفَتَى ... إِذَا حَشْرَجَتْ يَوْمًا وَضَاقَ بِهَا الصَدْرُ). Pada syair ini terdapat kata yang dibuang, yaitu kata (النفس) pada ungkapan (إذا حشرجت يوما). Ungkapan lengkapnya adalah (إذا حشرجت النفس يوما). Berupa Lafaz yang bersandar (متعلق). Contoh Surah Al-Anbiya’ ayat 23: (لَا يَسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَلُوْنَ). Lafaz yang dibuang pada ayat ini adalah (عما يفعلون). Berupa Jumlah (جملة). Contoh Surah Al-Baqarah ayat 213: (كَانَ النَاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَبِيِّيْنَ). Lafaz yang dibuang diperkirakan adalah (فاختلفوا فبعث). Berupa beberapa Jumlah (جمل). Contoh Surah Yusuf ayat 45: (فَأَرْسِلُوْنِ يُوْسُفُ أَيُّهَا الصِدِيْقَ). Pada ayat ini terdapat beberapa Jumlah yang dibuang yaitu: (فَأَرْسِلُوْنِي إِلَى يُوْسُفَ لَأَسْتَعْبِرَهُ الرُؤْيَا فَأَرْسَلُوْهُ فَأَتَاهُ وَقَالَ لَهُ يَا يُوْسُفُ) III. TUJUAN KALAM IJAZ (أغراض الكلام الإيجاز) Untuk memudahkan hafalan (تسهيل الحفظ). Al-Khalil Al-Farahidi berkata Kalam itu luas untuk dipaham dan diringkas supaya hafal. Adapun hafal itu dapat melepaskan (meniadakan) kelalaian. Untuk mendekatkan pada pemahaman (تقريب الفهم). Maksudnya adalah mepercepat pemahaman kepada si sami’ atau pendengar. Sebagaimana perkataan (كبرت) (kamu besar). Sesungguhnya perkataan tersebut mengandung beberapa bagian yaitu maksudnya tidak lain adalah (العظم مني) (lebih besar jika dibandingkan saya). Untuk sempitnya konteks kalimat (ضيق المقام). Seperti perkataan pemburu rusa (غزال) misalnya, pemburu mengatakan hal tersebut dengan singkat karena terbatasnya tempat maupun waktu, hal ini disebabkan adanya Isytighal (kesulitan/kerepotan). Dan sesungguhnya kesulitan penyebutan (secara lengkap) misalnya “ada rusa di tempat itu” disebabkan luasnya tingkat kesusahan. Ya menurut penulis mungkin saja ketika pemburu rusa bila berkata secara lengkap rusanya keburu kabur, dan hal ini termasuk kategori/Bab Tahdzir dan Ighra’ dalam Ilmu Nahwu. Untuk menyamarkan suatu hal terhadap selain pendengar (الإخفاء). Maksudnya menyamarkan perkataan kepada selain Mukhatab (orang yang diajak bicara) yaitu dari orang yang ada di sekitarmu. Dan hal ini harus dengan adanya qarinah terhadap penyebutannya. Misalnya orang yang berbicara (Mutakallim) mengatakan (جاء) (telah datang dia) yang Mutakallim maksud orang yang datang tersebut adalah Khalid misalnya sedangkan Mukhathab sudah mengetahui dengan adanya qarinah bahwasannya Khalid itu sahabat dekat Mutakallim. Dalam hal ini yang tahu hanya Mutakallim dan Mukhathab bahwa yang datang adalah Khalid sebaliknya orang-orang yang ada di sekitarmu (Mutakallim dan Mukhatab) tidak mengetahui. Untuk menghilangkan perasaan bosan dan jenuh (الضجر والسآمة). Maksudnya Mutakallim merasa bosan memanjangkan kalimat perkataannya (ucapannya), karena diperhitungkan terlalu panjang jikalau mengatakannya. Hal ini adakalanya kagum (Ta’ajjub) juga adakalanya menakut-nakuti (Tahwil).