BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto
 

فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٖ فَتَابَ عَلَيۡهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ٣٧

Artinya: “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Ada yang berpendapat bahwa kalimat dalam ayat ini ditafsirkan dengan firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-A’raaf ayat 23 yang artinya: “Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." Pendapat demikian itu diriwayatkan dari Mujahid, Sa’id bin Jubair, Abu Al-‘Aliyah, Rabi’ bin Anas, Hasan bin Bashri, Qatadah, Muhammad bin Ka’ab Al-Quradzi, Khalid bin Ma’dan, Atha’ Al-Khurasani dan Abd Ar-Rahman bin Zaid bin Aslam.

Firman-Nya (إنه هو التواب الرحيم) artinya Allah Ta’ala menerima taubat orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya sebagaiman firman-Nya dalam Surah At-Taubah ayat 104 yang artinya: “Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya.” Dan banyak lagi ayat yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala mengampuni berbagai macam dosa dan menerima taubat orang yang bertaubat kepada-Nya. Ini merupakan bagian dari kelembutan terhadap hamba-hamba-Nya, dan rahmat yang dicurahkan-Nya kepada mereka, tiada Ilah yang hak melainkan hanya Dia semata, yang Mahapenerima taubat lagi Mahapenyayang. 


PEMBAHASAN LENGKAP TAFSIR ALQURAN & ASBABUN NUZUL


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab



The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)