BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Eka Wahyu Hestya Budianto

ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَتۡلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ١٢١

Artinya: “Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Firman-Nya (الذين آتيناهم الكتاب يتلونه حق تلاوته), dari Qatadah, bahwa Sa’id meriwayatkan: “Mereka itu adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Al-Aliyah, dari Ibnu Mas’ud meriwayatkan: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya yang dimaksud dengan membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, adalah menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya serta membacanya sesuai dengan apa yang diturunkan Allah Ta’ala, tidak mengubah kalimat dari tempatnya, dan tidak menafsirkan satu kata pun dengan penafsiran yang tidak seharusnya.” Al-Hasan Al-Bashri mengatakan: “Mereka mengamalkan ayat-ayat muhkam di dalam Alquran dan beriman dengan ayat-ayat mutasyabihat yang ada di dalamnya, serta menyerahkan hal-hal yang sulit dipahami kepada yang mengetahuinya.”

Firman-Nya (يتلونه حق تلاوته), Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: “Maksudnya adalah mereka mengikutinya dengan sebenar-benarnya.” Setelah itu Ibnu Abbas membaca Surah Asy-Syams ayat 2 yang artinya: “Dan bulan apabila mengiringnya,” ia mengatakan kata (تلاها) pada ayat ini maksudnya yaitu mengikutinya.”

Firman-Nya (أولئك يؤمنون به) merupakan penjelasan dari kalimat sebelumnya. Artinya, barangsiapa di antara Ahlul Kitab yang menegakkan kitab Allah Ta’ala yang diturunkan kepada para nabi terdahulu dengan sebenar-benarnya, maka ia akan beriman kepada apa yang Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bawa sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Maidah ayat 66 yang artinya: “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil serta Al-Qur'an yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” Artinya, jika kalian benar-benar menegakkan (mengamalkan) Taurat, Injil dan Alquran, beriman kepadanya dengan sebenar-benarnya, serta membenarkan kandungannya yang memuat berita-berita mengenai pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sifat-sifatnya, perintah untuk mengikutinya dan membantu serta mendukungnya, niscaya hal itu akan menuntun kalian kepada kebenaran dan menjadikan kalian mengikuti kebaikan di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-A’raaf ayat 157 yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.” Dan dalam hadis dalam Kitab Sahih Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ: يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ لَا يُؤْمِنُ بِي، إِلَّا دَخَلَ النَّارَ"

Artinya: “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, tiada seorang pun yang mendengar tentangku dari kalangan umat ini, baik orang Yahudi ataupun orang Nasrani, kemudian ia tidak beriman kepadaku, melainkan dia masuk neraka.” 


PEMBAHASAN LENGKAP TAFSIR ALQURAN & ASBABUN NUZUL


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab



The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)